55.62 F
Kepualauan Riau
April 13, 2024
https://www.regalianews.com

Satgas TPPO Polri Ungkap Modus Dengan Kirim Mahasiswa ke Jepang

Hukum & Kriminal

Satgas TPPO Polri Ungkap Modus TPPO Dengan Kirim Mahasiswa ke Jepang
Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri (Foto Istimewa)

Regalia News – Satgas TPPO Polri (Satuan Tugas Khusus Tindak Pidana Perdagangan Orang Polri) telah mengungkap kasus perdagangan orang dengan modus mengirimkan mahasiswa magang ke Jepang. Dua mantan direktur sebuah politeknik dengan inisial G dan EH telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban ZA dan FY kepada KBRI Tokyo, Jepang. Para korban, bersama dengan sembilan mahasiswa lainnya, dikirim oleh politeknik tersebut ke Jepang untuk magang, namun malah dipekerjakan sebagai buruh.

“Pengungkapan selanjutnya adalah kasus tindak pidana perdagangan orang dengan modus operandi program magang di luar negeri yang mengakibatkan para korban, yang seharusnya menjadi mahasiswa, mengalami eksploitasi,” kata Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers di Markas Besar Polri di Jakarta Selatan pada Selasa, 27 Juni 2023.

Djuhandhani mengatakan bahwa pada awalnya, para korban tertarik untuk belajar di politeknik tersebut karena tersangka G, yang menjabat sebagai Direktur politeknik dari tahun 2013 hingga 2018, menjelaskan keunggulan dari institusi tersebut.

Ini termasuk program magang di Jepang dalam beberapa bidang, seperti teknologi pangan, pengelolaan air pertanian, mesin pertanian, hortikultura, dan perkebunan.

Namun, selama magang selama satu tahun, para korban dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak lazim untuk magang, tetapi lebih mirip pekerjaan buruh. Djuhandhani mengungkap beberapa pengalaman yang dialami korban di Jepang.

Berdasarkan penyelidikan, Djuhandhani menyebutkan bahwa ditemukan fakta bahwa politeknik tersebut tidak memiliki izin untuk proses magang di luar negeri, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor: per.08/men/v/2008 tentang Tata Cara Perizinan dan Penyelenggaraan Magang di Luar Negeri.

Selain itu, politeknik tersebut juga tidak memiliki kurikulum untuk magang di luar negeri. Mereka juga menjalin kerjasama dengan pihak asing, dalam hal ini perusahaan di Tokyo, Jepang, tanpa diketahui oleh KBRI Tokyo.

Djuhandhani menyebutkan bahwa terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh dari tindakan kejahatan yang dilakukan oleh G dan EH. Salah satu politeknik di Sumatera Barat berhasil meningkatkan akreditasi dua program studi dari B menjadi A, sementara politeknik lainnya di Sumatera Barat mendapatkan akreditasi B.

“Hingga Januari 2021, masih terdapat saldo dana kontribusi sebesar Rp238.676.000,00 yang diterima, namun pembebanan dana kontribusi kepada mahasiswa magang di luar negeri tidak memiliki dasar hukum,” jelas Djuhandhani.

Dalam kasus ini, polisi menyita satu bundel fotokopi surat dari politeknik perihal permohonan rekomendasi pengurusan paspor, satu lembar surat kepala dinas perindustrian dan tenaga kerja, satu bundel rekening koran bank BRI, satu lembar fotokopi slip penyetoran bank BNI, dan barang bukti lainnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta Pasal 11 dari undang-undang yang sama.

Editor : Abdullah

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1