75.94 F
Kepualauan Riau
Februari 27, 2024
https://www.regalianews.com

Kabareskrim : Kasus Terbesar Sepanjang 2022 Polisi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi

Hukum & Kriminal

Kabareskrim : Kasus Terbesar Sepanjang 2022 Polisi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat memimpin konferensi pers ungkap kasus di TKP Gudang PT Aldi Perkasa Energi di Jl. Juwana-Pucakwangi, Kec. Jakenan, Kab. Pati pada Selasa, (24/05/2022) siang.

Regalia News – Kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kabupaten Pati yang diungkap oleh tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri merupakan salah satu dari 230 kasus yang berhasil diungkap selama tahun 2022. Kasus ini dianggap sebagai yang terbesar sepanjang tahun tersebut, dan 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap pada 18 Mei 2022 dan melibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Polisi berhasil mengamankan pelaku di beberapa lokasi, termasuk gudang di jalan Pati-Gembong dan Jl. Juwana-Pucakwangi.

Selain itu, sebuah rombongan mobil heli yang digunakan sebagai pengangkut BBM yang dimodifikasi juga berhasil ditangkap, dari 12 tersangka yang ditangkap, masing-masing memiliki peran spesifik, mulai dari pemilik gudang, pemodal, sopir mobil heli, sopir mobil, kepala gudang, hingga pemodal.

Modus operandi para pelaku adalah dengan menampung BBM jenis solar bersubsidi di gudang tempat penyimpanan yang diperoleh dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka kemudian mengangkut solar menggunakan kendaraan yang sudah dimodifikasi dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Dalam transaksi ini, pelaku membeli solar subsidi seharga Rp. 5.150 per liter dari beberapa SPBU, kemudian menjualnya ke pemilik gudang dengan harga Rp. 7.000 per liter. BBM tersebut selanjutnya diangkut menggunakan truk tangki kapasitas besar dan dijual ke kapal-kapal nelayan dengan harga Rp. 10.000 hingga Rp. 11.000 per liter.

Kabareskrim Polri juga mengungkap bahwa pihaknya telah mengamankan Kapal Tanker bernama Permata Nusantara di Pelabuhan Tanjung Priok yang diduga memuat 499 ribu liter solar hasil dari penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh para tersangka.

Tindak pidana ini dilakukan sejak tahun 2021, dan diperkirakan omzet yang diraup dari kejahatannya mencapai 4 miliar rupiah, para tersangka dijerat dengan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dengan pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Ancaman hukuman maksimal bagi pelaku adalah 6 tahun penjara dan denda paling tinggi 60 miliar rupiah. Pihak kepolisian terus melakukan upaya untuk melindungi masyarakat dari perbuatan oknum yang menyalahgunakan BBM bersubsidi. Koordinasi dengan Pertamina juga terus dilakukan untuk memantau distribusi dan penjualan BBM di pasaran.

Editor : Abdullah

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1