84.07 F
Kepualauan Riau
Juni 13, 2024
https://www.regalianews.com

Seorang Nelayan Bawa 11 Batang Detonator Diamankan Tim Ditpolairud

Hukum & Kriminal

Seorang Nelayan Bawa 11 Batang Detonator Diamankan Tim Ditpolairud
Sebelas Detenator yang Disita Sebagai Barang Bukti ( Foto Istimewa)

Regalia News – Seorang pria berinisial AA ditangkap karena diduga melakukan tindakan pidana menguasai, memiliki, dan membawa bahan peledak. AA (40), seorang warga Kabupaten Sikka, diamankan oleh Tim Ditpolairud Polda NTT saat membawa 11 batang detonator dalam kemasan.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., mengonfirmasi kebenaran penangkapan ini pada Kamis (22/6/2023) pagi.

Menurut Kabidhumas, penangkapan tersebut dilakukan setelah tim mendapatkan informasi bahwa di Perairan Larantuka dan sekitarnya akan terjadi transaksi jual beli bahan peledak pada Selasa (20/6) yang lalu.

“Setelah mendapat informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku AA yang kedapatan memiliki, menguasai, dan membawa 11 batang detonator dalam kemasan di pesisir Pelabuhan penyeberangan Pante Palo, Adonara,” jelas Kabidhumas Polda NTT.

Selain 11 batang detonator, juga diamankan dua kantong plastik warna hitam yang berisikan pupuk sekitar 2 kg, satu bungkus rokok ARROW berisi 2 batang, satu buah pemantik warna merah, satu buah handphone merek Nokia warna hitam, satu unit sepeda motor merek Revo warna hitam tanpa Nomor Kendaraan, dan satu buah STNK dengan Nomor Register W 6529 M atas nama Supi’i.

“Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke markas Marnit Polairud Flotim untuk dilakukan proses penyidikan oleh penyidik Ditpolairud Polda NTT,” jelas Kabidhumas Polda NTT.

Tersangka diduga melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak, yang mengancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara hingga 20 tahun.

Diketahui bahwa satu batang detonator dapat dibagi dan menghasilkan 10 botol bom rakitan siap pakai. Dengan 11 detonator yang disita, dapat dihasilkan 111 botol bom ikan siap pakai.

“Akibat penjualan detonator tersebut, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan seperti ekosistem laut, biota laut, dan mikroorganisme lainnya. Pelaku menggunakan detonator tersebut untuk membuat bom ikan rakitan dalam kegiatan penangkapan ikan,” tambahnya.

Editor : Abdullah

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1