https://www.regalianews.com

Selama 2021 BNNK Tanjungpinang Rehab 50 Pencandu Narkoba, 5 Diantaranya ASN

Hukum & Kriminal

Plt. BNNK Tanjungpinang Melly Puspita Sari saat menggelar Press rilis, Kamis (23/12).

Regalia News – Selama tahun 2021 Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungpinang merehabilitas 50 orang pecandu narkoba, diantaranya 5 orang pencandu narkoba merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Tanjungpinang, Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Plt.Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tanjungpinang Melly Puspita Sari, mengatakan selama 2021 pihaknya telah merehabilitas 50 orang pencandu narkoba, artinya mereka seluruhnya merupakan pecandu narkoba ringan, sehingga dirawat jalan.

Ia menjelaskan pecandu narkoba ini merupakan usia produktif mulai dari 15 tahun sampai 52 tahun, sedangkan  jika dilihat dari tingkat pekerjaan dari anak sekolah sampai pekerja sampai ASN, tetapi didominasi pekerja.

“ASN ada 5 orang dari Tanjungpinang, Bintan dan Provinsi Kepri,” Kata Melly saat Press rillis akhir tahun 2021 di kantor BNN Kota Tanjungpinang Senggarang, Tanjungpinang, Kamis (23/12/2021).

Ia menyebutkan 80 persen dari pencandu narkoba ini merupakan  limpahan dari Polisi baik Polres Tanjungpinang maupun  Polres Bintan, pada tahun 2021, untuk mengurangi permintaan narkoba di wilayah kotaTanjungpinang atau demand reduction, BNNK Tanjungpinang melakukan langkah-langkah dalam upaya pencegahan.

Diantaranya program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, Advokasi Program Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber daya Desa, Advokasi Kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba, Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika yang Terbentuk dan kampanye stop narkoba.

Sementara itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba,BNNK Tanjungpinang telah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba dan program ketahanan keluarga kepada 10 Keluarga.

Selain itu program ketahananan keluarga berbasis sumberdaya Desa/Kelurahan sebanyak 2 Kelurahan, BNNK Tanjungpinang telah melaksanakan pemetaan kelompok program Kota Tanggap Ancaman Narkoba.

Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, BNNK Tanjungpinang juga melaksanakan pengembangan kapasitas dan Pembinaan Masyarakat melalui Kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba pada Instansi pemerintah, swasta, kelompok masyarakat dan lingkungan pendidikan pendidikan.

Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pada tahun ini BNN Kota Tanjungpinang telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada 2 lembaga baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat dan telah beroperasional.

Rencana aksi kedepan BNNK Tanjungpinang sebagai langkah percepatan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kepulauan Riau Tahun 2022.

Diantaranya bersama-sama dengan Pemda mengembangkan program Desa bersinar atau Desa bersih dari narkoba di wilayah Kepulauan Riau, yang melibatkan tiga pilar, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa beserta Puskesmas

Mendorong Pemerintah daerah untuk memasukkan materi bahaya narkoba dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, guna memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak usia dini serta secara sistematis dan terstruktur.

Selain itu Optimalisasi peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, relawan dan penggiat anti narkoba untuk melakukan intervensi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan intervesi rehabilitasi berbasis masyarakat.

Optimalisasi penggunaan media informasi baik elektronik maupun non elektronik dengan menambah jumlah informasi atau intensitas/frekuensi informasi yang disebarluaskan.

Mendorong instansi pemerintah/swasta, lingkungan pendidikan dan komponen masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara mandiri dalam implementasi P4GN.

“Optimalisasi sosialisasi tentang program rehabilitasi dan pascarehabilitasi berbasis masyarakat, mendorong komponen masyarakat (Klinik dan RS swasta) yang telah memiliki legalitas lembaga untuk dapat bekerjasama dengan BNN dalam program rehabilitasi,” Paparnya.

Tidak hanya itu, Ia juga memaparkan meningkatkan koordinasi antara penyelidik dan penyidik dan antar aparat penegak hukum lainnya di luar BNN, meningkatkan Sinergisitas antara BNN, Polri, Bea Cukai, Imigrasi, Dishub dan instansi terkait lain serta penegak hukum dalam Upaya Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba.

Penulis : Isep Ilham

Editor : Abdullah

Related posts

Leave a review

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

UA - 174246026 - 1