https://www.regalianews.com

Terjaring OTT, Oknum ASN SKIPM Batam di Amankan Polda Kepri

Regalianews, Batam – Dit Reskrimsus Polda Kepri mengamankan tersangka oknum ASN di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM) bernisial WD. WD diamankan, karena meminta fee kepada eksportir sebesar Rp10.000 per Box.

Dari tersangka, berhasil diamankan dana Rp12.450.000 dan uang tunai dolar Singapura sejumlah SGD16.636 atau sekitar Rp160 juta.

Hal tersebut disampaikan oleh Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik, MH didampingi Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri Restia Octane Guchy, SE, S.Ik dan Ps. Paur Subbidpenmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar SH, MH. Rabu (25/8/2021).

Dikarenakan eksportir ini takut diperlambat dalam perizinannya, dan khawatir komoditas yang akan dikirim nanti semakin lama tertahan dan tidak layak untuk dikonsumsi atau bisa dikatakan basi makanya mau memberikan fee yang diminta oleh tersangka WD. 

″Kemudian pada tanggal 21 Mei 2021 tim Sudit 3 melakukan Operasi Tangkap Tangan dan berhasil mengamankan Inisial DW di Morning Bakery KBC Batam, Kota Batam,” ungkap Agus.

Barang bukti

Pada saat dilakukan penangkapan, ada beberapa barang bukti yang kita sita,seperti lain 1 buah amplop berwarna coklat, uang tunai sejumlah Rp12.450.000, uang tunai dolar Singapura sejumlah SGD16.636,kemudian ada 10 Kartu ATM, 3 Buku Tabungan, 1 Unit Handphone, 2 buah Tas dan Bandel Dokumen″.Tuturnya.

Polda Kepri, berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi yang melibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN),WD diamankan oleh Tim Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri atas tindak pidana Korupsi pada kegiatan Ekspor hasil perikanan jenis Udang yang akan di kirim ke Negara Singapura. 

Tersangka Inisial WD yang merupakan Oknum ASN di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam,terhadap Tersangka saudara WD  yang merupakan seorang PNS yaitu Staff di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM) wilayah kerja Sagulung.

“Jadi modus operansi tersangka ini, yang bersangkutan ini dengan jabatannya mempunyai kewenangan menandatangani surat perintah muat terhadap barang-barang komoditas yang akan diekspor ke luar negeri,” ungkap Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar.

Atas perbuatannya Tersangka ini dapat dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Penulis : Isep

Editor : Abdullah

Related posts

Leave a review

https://regalianews.com

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

UA - 174246026 - 1