https://www.regalianews.com

Warga Tanjungpinang Diperangkap Oleh Pinjaman Online

Hukum & Kriminal

Rina Wati

Regalia News – Penipuan online mulai marak terjadi di Kota Tanjungpinang, bermacam-macam jenis modus yang dilakukan oleh pelaku penipuan online tersebut, mereka melakukan dengan modus pinjaman online dan ini merupakan modus baru, modus baru ini dilakukan dengan dikirimin sejumlah uang dari perusahaan yang tidak dikenal dan diduga itu merupakan salah satu bentuk dari aksi untuk sipeminjam terperangkap tanpa memohon pinjaman dan uang tersebut sudah ada di rekening pihak korban.Jumat (25/6/2021) malam.

“Korban modus penipuan tersebut, mengetahui sejak tanggal 23 Juni 2021 ada sejumlah uang yang masuk dengan total rincian yang berbeda, uang masuk ke rekening saya dengan jumlah Rp 5.480.000,- tapi saya tidak tahu uang apa, pada tangal 24 /6/2021/ saya disuruh bayar melalui WhastApp”. ungkap Rina panggilan sehari -harinya.

“Rina melanjutkan ceritanya, kepada awak media regalianews.com, awalnya saya tidak tahu uang itu darimana dan dari siapa, tiba-tiba masuk saja ke rekening saya, besoknya saya pergi ke Bank untuk mencetak rekening koran dan ada 6 transaksi transfer uang masuk ke rekening saya dari perusahaan yang berbeda-beda dengan total yang berbeda-beda pula jumlahnya” .tutur Rina.

“Selang beberapa hari, ia dihubungi oleh banyak nomor yang tidak dikenal dan meminta untuk bayar tagihan dari sipeminjam online tersebut dan menghubungi lewat telepon dan pesan WhatsApp yang mengatakan saya harus membayar angsuran pinjaman,sementara saya tidak ada melakukan pinjaman tersebut”. jelasnya.

“Nomor yang tidak dikenal tersebut dengan mengatasnamakan perusahaan pinjaman online terus menghubungi saya serta meminta agar saya melakukan pembayaran, namun saya tidak merespon”.ungkap Rina.

“Dari pesan yang saya terima dari nomor yang tidak dikenal tersebut terus menghubungi saya,hingga mencaci maki sampai mengancam akan menyebarkan data pribadi saya ke orang lain, data pinjaman atas nama saya,” ungkapnya.

“saya merasa ketakutan dan melaporkan ke Pihak terkait, diawal laporan, saya lakukan ke Polres Tanjungpinang untuk bisa di proses, namun sampai di Polres Tanjungpinang pengaduan saya tidak bisa di tindaklanjuti, sebab dengan alasan tidak punya dasar hukum dari kejahatan dan merugikan,padahal saya sudah dicaci maki,dihina dan diancam melalui WhatsApp”.tandas si korban sambil menangis.

“Tambahnya lagi saya takut,saya tidak pernah pinjam di online,sekarang saya diancam – ancam, sedangkan uangnya masih saya simpan sampai saat ini,sebutnya lagi saya tak berani menggunakan uang tersebut, saya mau kembalikan tapi bagaimana caranya,saya minta kerjasama polisi untuk menyelesaikan masalah ini,tapi laporan saya tidak diterima di polres saya tidak mau malu,sebab saya tidak melakukannya atau meminjam uang di online tersebut”. tuturnya sambil terisak isak.

“Rina memohon kepada pihak Kepolisian Polres Tanjungpinang untuk dapat membantu saya mengembalikan uang tersebut, dan memberi peluang untuk saya melaporkan perkara tersebut untu menjaga keselamatan diri saya “. tandas Rina Wati.

Penulis : Ilhami

Editor : Abdullah

Related posts

Leave a review

https://regalianews.com

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

UA - 174246026 - 1