https://www.regalianews.com

BNN Beberkan Keterlibatan Oknum Aparat Persulit Pemberantasan Peredaran Narkoba

Hukum & Kriminal

Regalia News – Sunarto menerangkan keterlibatan oknum aparat hukum menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sulitnya memberantas peredaran narkotika di Indonesia termasuk di Kabupaten Nunukan. Mudahnya akses untuk memasok baik melalui perbatasan laut maupun darat dari Malaysia menjadi pemicu sabu-sabu terus masuk di Indonesia melalui Kabupaten Nunukan.

“Kita tidak bisa pungkiri jaringan narkotika ini mudah memasuki atau telah mempengaruhi oknum-oknum aparat hukum baik kepolisian ataupun TNI sehingga selalu mudah masuk di Indonesia dengan modus yang berbeda-beda,” ujar dia di hadapan puluhan pewarta di Kabupaten Nunukan.

Ada pula modus lain yang ditemukan bahwa “pemodal” merekrut puluhan kurir untuk mengedarkan narkotika dengan harapan meskipun tertangkap dipastikan sebagian tetap lolos,melalui sistim jaringan terputus sehingga mengalami kendala dalam pengungkapan hingga ke akar-akarnya.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan ini menyatakan modus operandi jaringan peredaran narkotika ini berusaha mempengaruhi aparat hukum supaya mudah memasukkannya di Indonesia,NKRI menjadi sasaran utama pemasaran karena dianggap dihargai lebih mahal, mudah masuk dan jumlah peminat yang lebih besar dibandingkan negara lainnya di dunia.

“Mudahnya aparat Indonesia diiming-imingi dan bisnis yang menggiurkan untuk mendapatkan uang lebih besar,” kata Sunarto yang menjadi pemicu transaksi narkotika di Indonesia terus marak meskipun di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Bukan hanya aparat kepolisian atau TNI, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) pun diduga kuat ikut terlibat dalam membekingi peredaran narkotika di Indonesia dimana bekerja sama dengan warga binaan (nara pidana atau tahanan) untuk mendatangkan barang haram ini ke Indonesia.

Sebagaimana diketahui berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah lembaga menyebutkan 75 persen peredaran narkotika di Indonesia dikendalikan dari dalam Lapas,ini membuktikan, penghuni Lapas dan sipirnya telah berkolaborasi dalam mengendalikan semakin maraknya peredaran narkotika.

Sunarto menyatakan Lapas memang dianggap tempat paling aman untuk mengendalikan peredaran narkotika karena sulit ditangkap aparat kepolisian atau TNI karena butuh waktu untuk melakukan penyelidikan.

BNN telah menemukan adanya kerja sama sipir (petugas Lapas) dengan warga binaannya dengan meminjamkan nomor rekening untuk bertransaksi narkotika.

Sementara aparat atau penyidik kesulitan memasuki area Lapas karena butuh birokrasi yang panjang. Contohnya, perlu menyurat terlebih dahulu ke Lapas sehingga kesempatan itu dapat dimanfaatkan oleh sipir dan penghuni bersangkutan menghilangkan jejak.

“Inilah kendala utama BNN untuk memberantas peredaran narkotika karena adanya keterlibatan aparat di dalamnya,” ungkap Sunarto.

Sumber : BNN

Editor : Abdullah

Related posts

Leave a review

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini:
UA - 174246026 - 1