https://www.regalianews.com

Dukun Cabul Abal-Abal Nyaris Dihakimi Warga

Hukum & Kriminal

Polsek Tanjungpinang Barat berhasil meringkus Sy (58) sebagai pelaku pelecehan seksual dan pencabulan anak bawah umur. Aksi pelaku tersebut nyaris dihakimi warga saat ditangkap di Pelantar KUD Tanjungpinang, Kamis (16/7).

Regalia News – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjungpinang Barat berhasil meringkus Sy (58) sebagai pelaku pelecehan seksual dan pencabulan anak bawah umur. Aksi pelaku tersebut nyaris dihakimi warga saat ditangkap di Pelantar KUD Tanjungpinang, Kamis (16/7).

Akibatnya, pelaku pun sempat babak belur diamuk masa yang mengetahui aksinya dan berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Perbuatan dukun cabul abal-abal tersebut terbongkar saat orang tua korban inisial M pulang dari kerja melihat anaknya inisial RA (11) menangis.

“Namun ketika ditanya orang tuanya, korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku, orang tua korban kemudian menanyakan kepada pelaku anaknya sudah diapain, pelaku langsung melarikan diri,” kata Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Indra Jaya, Jumat (17/7/2020).

Karena melarikan diri, warga sekitar langsung mengejar pelaku dan pelaku berhasil diamankan di Pelantar KUD Tanjungpinang.“Pelaku sempat diamuk masa hingga bonyok,” ujarnya.

Mengaku Bisa Mengobati PenyakitKapolsek Tanjungpinang Barat AKP Indra Jaya mengatakan, pencabulan tersebut berawal M (ibu korban) meminjam korek api dengan pelaku, Rabu (15/7).

“Setelah itu pelaku menanyakan kepada korban M, siapa yang ingin berobat karena dia bisa mengobati seperti untuk keharmonisan keluarga. Gayung bersambut korban mengaku sudah tiga kali gagal dalam pernikahan,” jelasnya.

Setelah itu, M mengajak pelaku ke rumahnya untuk supaya dapat mengobatinya karena sudah tiga kali gagal menikah.

“Dirumah (M) pelaku melakukan ritual pengobatan dengan disuruh mandi dan bawa jeruk. Setelah itu korban meraba-raba ibu korban,” ujarnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Undang-undang tentang perlindungan anak dan Pasal 289 KUHP dengan ancaman 5 sampai 15 tahun dan maksimal 9 tahun.(by/reg)

Related posts

Leave a review

https://regalianews.com

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

UA - 174246026 - 1