84.07 F
Kepualauan Riau
Juni 13, 2024
https://www.regalianews.com

Bakamla RI Tangkap Tiga Kapal Muatan Nikel Illegal

Hukum & Kriminal

Bakamla RI Tangkap Tiga Kapal Muatan Nikel Illegal
Foto Istimewa

Regalia News – Bakamla RI, melalui Unsur KN Kuda Laut-403, berhasil mengamankan tiga kapal berbendera Indonesia yang membawa muatan Nikel Ore Illegal di Desa Mosiku, Kec. Batu Putih, Kab. Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Selasa (14/11/2023).

Tiga kapal yang diamankan oleh KN Kuda Laut-403, yaitu TB Trinity 302/TK Pacific 302, TB. MDM Batola/TK. MDM 04, dan TB. Merdeka 2002/TK. Dirgahayu 3102, telah diperiksa dan ditemukan membawa Nikel Ore dengan total berat sekitar ±31,342.093 metric ton. Kapal-kapal ini melakukan proses muat di Jetty Masselle dan Jetty Mandes yang tidak memiliki izin resmi dan tidak sesuai dengan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Penangkapan pertama dilakukan pada Sabtu (11/11/2023) terhadap TB Trinity 302/TK Pacific 302 yang mengangkut Nikel Ore sebanyak ±10,507.560 metric ton. Kapal ini telah diserahkan kepada Polres Kolaka Utara keesokan harinya untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, TB. MDM Batola/TK. MDM 04, dengan muatan sebanyak ±12,333.963 metric ton, ditangkap pada hari yang sama. Kapal ketiga, TB. Merdeka 2002/TK. Dirgahayu 3102, membawa muatan Nikel Ore sebanyak ±8,500.570 metric ton, ditangkap pada Senin (13/11/2023).

Berdasarkan hasil penyelidikan dari Unit Penindakan Hukum Bakamla RI di bawah kepemimpinan Kapten Bakamla Arie Trifantoro, S.H., M.H., ketiga kapal ini terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, terutama Pasal 300 jo Pasal 105 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang yang menggunakan terminal khusus untuk kepentingan umum tanpa izin dari menteri dapat dikenakan pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda maksimal Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).

Selain itu, kapal-kapal ini juga melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan Pengolahan dan/atau Pemurnian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).

“Saat ini, kedua kapal tersebut berada di area Kepelabuhan Lasusua dan berada di bawah pengamanan KN. Kuda Laut-403 dengan Komandan Letkol Bakamla Nendra Jati Prawira. Proses hukum lebih lanjut akan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.tandasnya.

Editor : Abdullah

Sumber : Pranata Humas Ahli Muda Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1