71.13 F
Kepualauan Riau
Mei 24, 2024
https://www.regalianews.com

Jaringan Narkoba ‘Hydra’ Manfaatkan Stiker Jalanan Untuk Transaksi

Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba ‘Hydra’ Manfaatkan Stiker Jalanan untuk Transaksi
Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada

Regalia News – Polisi bersama Bea Cukai berhasil membongkar clandestine lab (laboratorium narkoba rahasia) di Vila Sunny, Canggu, Kabupaten Badung, Bali. Empat tersangka berhasil ditangkap dalam operasi ini, termasuk dua warga negara Ukraina, satu warga negara Rusia, dan satu warga negara Indonesia.

Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk memberantas narkoba secara menyeluruh. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya terus berperang melawan narkoba dari hulu ke hilir.

Dalam konferensi pers, Kabareskrim mengungkap bahwa dua tersangka utama, Ivan Volovod (IV) dan Mikhayla Volovod (MV), merupakan saudara kembar asal Ukraina yang bertanggung jawab atas pengendalian clandestine lab di Villa Sunny, Badung, Bali.

Sementara Konstantin Krutz atau KK, warga negara Rusia, merupakan bagian dari jaringan yang terkait dengan kedua tersangka Ukraina.

Para tersangka tersebut menggunakan sebuah vila seluas sekitar 180 meter persegi untuk menjalankan bisnis gelap narkoba. Mereka mengoperasikan laboratorium pembuatan mephedrone dan ganja hidroponik di basement vila tersebut.

Dalam penggerebekan, polisi menyita berbagai barang bukti termasuk alat cetak ekstasi, 9,7 kilogram ganja hidroponik, 437 gram mephedrone, serta ratusan kilogram bahan kimia prekursor pembuatan narkoba. Mereka juga menemukan peralatan laboratorium pembuatan mephedrone dan ganja hidroponik.

Selain itu, KK yang ditangkap di Gianyar juga memiliki barang bukti berupa ganja, hashis, kokain, dan mephedrone.

Jaringan ini menggunakan stiker sebagai kode transaksi di beberapa sudut jalan di Bali. Stiker tersebut menjadi kode bagi pelanggan untuk melakukan transaksi narkoba.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 113 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), serta Pasal 129 Huruf A dan Pasal 111 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara hingga hukuman mati, serta denda minimal Rp 1.000.000.000 hingga maksimal Rp 10.000.000.000.

Editor ; Abdullah
Sumber : Humas Mabes Polri

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1