83.14 F
Kepualauan Riau
Februari 23, 2024
https://www.regalianews.com

Menkeu: Daerah Berkapasitas Fiskal Daerah Tinggi Dapat Bentuk Dana Abadi Daerah

Ekonomi

Menkeu: Daerah Berkapasitas Fiskal Daerah Tinggi Dapat Bentuk Dana Abadi Daerah
Menkeu Sri Mulyani (Foto: Humas Setkab/Agung) Read more: https://setkab.go.id/menkeu-daerah-berkapasitas-fiskal-daerah-tinggi-dapat-bentuk-dana-abadi-daerah/

Regalia News – Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai pembentukan Dana Abadi Daerah sebagai opsi bagi pemerintah daerah menarik perhatian. Berikut adalah beberapa poin penting yang bisa diambil dari pernyataannya:

  1. Undang-Undang HKPD (Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah): Menteri Keuangan menyampaikan bahwa konsep Dana Abadi Daerah termasuk dalam Undang-Undang HKPD. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan dana tersebut terkait dengan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.

  2. Sumber Dana Abadi Daerah: Dana Abadi Daerah diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan bersifat abadi. Dana ini diharapkan dapat digunakan untuk belanja daerah tanpa mengurangi dana pokok. Sumber daya alam menjadi salah satu pertimbangan untuk pembentukan dana ini, terutama untuk daerah-daerah yang memiliki surplus.

  3. Kriteria Pembentukan Dana Abadi Daerah: Pembentukan Dana Abadi Daerah disarankan untuk daerah yang memiliki kapasitas fiskal tinggi dan sudah memenuhi kebutuhan pelayanan dasar publik. Ini menunjukkan bahwa tidak semua daerah dapat membentuk dana ini, melainkan hanya yang memenuhi syarat tertentu.

  4. Tujuan Pembentukan Dana Abadi Daerah: Tujuan utama pembentukan dana ini adalah untuk mendapatkan manfaat ekonomi, sosial, dan/atau manfaat lainnya. Selain itu, dana ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepada penerimaan daerah dan memberikan manfaat umum lintas generasi.

  5. Prinsip Pengelolaan dan Investasi: Pengelolaan Dana Abadi Daerah diatur oleh peraturan daerah dan dilakukan oleh Bendahara Umum Daerah atau BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Investasi dana ini diharapkan dilakukan tanpa risiko penurunan nilai, dan prinsip ini menjadi pedoman dalam pengelolaannya.

  6. Analogi dengan Dana Abadi Pusat: Menteri Keuangan membuat analogi dengan dana abadi yang dimiliki pemerintah pusat untuk berbagai kepentingan seperti LPDP, penelitian, perguruan tinggi, dan budaya. Hal ini menggambarkan bahwa Dana Abadi Daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi daerah setempat, mirip dengan kontribusi dana abadi pusat.

  7. Pentingnya Menabung untuk Generasi Mendatang: Menteri Keuangan menekankan pentingnya menabung hasil sumber daya alam untuk generasi mendatang. Pembentukan Dana Abadi Daerah menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa kekayaan alam daerah tidak habis begitu saja, melainkan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Pernyataan tersebut mencerminkan upaya untuk mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat daerah.

Editor : Abdullah

Sumber : HUMAS KEMENKEU

 

 

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1