83.14 F
Kepualauan Riau
Februari 22, 2024
https://www.regalianews.com

Persekusi Rocky Gerung Dan Refly Harun Dilempar Botol

Opini

Persekusi Rocky Gerung Dan Refly Harun Dilempar Botol
Rusdianto Samawa, Kritikus

Regalia News – Ada tempat tidak setuju cara berfikir Rocky Gerung dan Refly Harun. Kalau tidak setuju dengan mereka berdua, jangan persekusi. Apalagi bermain fisik. Kalau mau fear, harus ketemu mereka berdua. Silahkan berdebat adu gagasan, argumen dan retorika pemikiran.

Cara – cara kekerasan fisik dilakukan seorang yang melempar botol itu tanda sifat, karakter dan perilaku seperti Abu Lahap yang sangat pembenci dan menantang para mubaligh pendakwah Islam untuk dihukum dengan pedangnya.

Kehidupan sosial ekonomi dan politik pada rezim saat ini, sungguh prihatin cara mengelola demokrasi. Rezim yang gagal kelola sistem demokrasi, akan memakai cara – cara tidak benar untuk persekusi siapapun yang tidak bersetuju.

Sejarah persekusi 8 tahun ini, mewarnai alam demokrasi Indonesia. Mulai dari persekusi pikiran, marbot setelah pimpin sholat diludahi, tentara membunuh rakyat, cendikiawan dihadang, aktivis ditangkap, nelayan diperas, buruh dipotong upah, budaya dieksploitasi, politik identitas dibatasi, masjid dikontrol, penceramah dibully, akademisi dipersekusi, wartawan diancam, dan masih banyak masalah – masalah lainnya.

Mengapa hal ini terjadi? apakah bangsa yang besar ini, sudah tak mampu kelola sistem demokrasi. Bahayanya, semua persekusi ini, merangsang kontraksi sosial antar sesama. Lambat laun, atas kejahatan persekusi lempar botol terhadap Rocky Gerung dan Refly Harun dapat merusak iklim perubahan sistem demokrasi.

Perubahan iklim demokrasi saat ini, diwarnai kejahatan korupsi, persekusi, kekerasan media massa, dan perundungan terhadap mental para pengkritik kebijakan negara.

Apa sulitnya, partai politik yang berkuasa saat ini, mengajarkan keteduhan, keobjektifan, kemajuan dan membimbing peradaban alur lalu lintas berfikir warga negara. Partai Politik yang inginkan demokrasi, justru membiarkan perundungan itu terjadi di ruang publik.

Partai Politik yang berjuang atas nama demokrasi tak kunjung memberi pencerahan. Mereka berbusa – busa menghimbau perbedaan itu biasa. Tetapi, diruang publik perbedaan itu digunakan sebagai ajang persekusi pada aktivis dan akademisi yang mencerdaskan ruang publik.

Kasus oknum melampar botol kearah Rocky Gerung dan Refly Harun saat mengisi acara diskusi di Yogyakarta, tak bisa dibenarkan. Jangan kasi ampunan. Harus segera ditangkap polisi. Jangan biarkan perilaku dalam sistem demokrasi seperti ini terus berulang.

Tindakan lemparan botol itu adalah kejahatan terhadap perbedaan dalam sistem demokrasi. Aparat penegak hukum segera jemput dan tangkap. Aparat juga jangan membiarkan hal itu terjadi. Gejala seperti pelemparan botol ada gempa kerusakan demokrasi dan kegagalan cara mengelola perbedaan dalam demokrasi.

Penulis : Rusdianto Samawa, Kritikus[

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1