79.54 F
Kepualauan Riau
Maret 5, 2024
https://www.regalianews.com

Penjelasan Kapolri Soal Terbitnya Telegram Larangan Media

Penjelasan Kapolri Soal Terbitnya Telegram Larangan Media
Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis, namun kami lihat ditayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan. tanggal (5/4/2021)

Regalia News – Terkait tindakan yang diambil oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, terkait pencabutan sebuah telegram yang memberlakukan pembatasan terhadap penyiaran perilaku arogan aparat kepolisian. Tindakan ini diambil setelah menerima dan menyerap umpan balik dari berbagai kelompok masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat mencabut telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal (5/4/2021) terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian. Hal itu dilakukan setelah mendengar dan menyerap aspirasi dari kelompok masyarakat.

Jenderal Sigit menjelaskan bahwa niat awal di balik penerbitan telegram tersebut adalah untuk memastikan bahwa kepolisian tidak bertindak arogan dan mematuhi prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Ia memberikan instruksi kepada personel kepolisian untuk bertindak tegas namun juga mengedepankan pendekatan humanis dalam menegakkan hukum di masyarakat.

Sigit menekankan bahwa perilaku anggota kepolisian selalu menjadi sorotan masyarakat, dan tindakan arogan oleh beberapa individu dapat merusak citra keseluruhan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia mendorong agar anggota tetap berhati-hati dalam perilaku mereka di lapangan.

Kepala kepolisian menyoroti pentingnya proyeksi citra positif bagi kepolisian dan menghindari tindakan yang mungkin dianggap berlebihan atau arogan. Ia mengakui peran media dalam menyoroti perilaku tersebut dan menekankan perlunya perbaikan terus-menerus dalam institusi kepolisian.

Sigit menjelaskan bahwa terjadi salah tafsir terkait telegram tersebut, menyatakan bahwa maksudnya bukan untuk mencegah media meliput insiden perilaku arogan kepolisian, melainkan untuk mengatasi perilaku individu anggota kepolisian. Ia menyatakan keterbukaan kepolisian terhadap kritik dan umpan balik dari berbagai elemen masyarakat, termasuk media, sebagai bagian dari proses demokratis.

Sebagai kesimpulan, Jenderal Sigit menyampaikan permintaan maaf atas setiap kesalahpahaman yang mungkin timbul dan mengulang komitmen kepolisian untuk belajar dari masukan eksternal guna perbaikan terus-menerus dari institusi tersebut.

Editor : Abdullah

 

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1