84.07 F
Kepualauan Riau
Juni 13, 2024
https://www.regalianews.com

Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri Gagalkan Peredaran HP Illegal di Kota Batam

Hukum & Kriminal

Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri Gagalkan Peredaran HP Illegal di Kota Batam
Barang bukti yang berjumlah 19 unit HP Iphone dari toko LS dan 5 unit HP Iphone yang dibawa saksi dari Singapura.

Regalia News –  Keberhasilan Subdit 1 Industri Perdagangan dan Produksi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kepri dalam menggagalkan dan mengungkap peredaran handphone ilegal di Kota Batam pada hari Selasa, 2 Mei 2023, merupakan hasil dari operasi yang dilakukan secara hati-hati dan melibatkan beberapa tahap.

Pada tanggal 19 April 2023, sekitar pukul 20.00 WIB, saksi Y, G, dan YM tiba di terminal kedatangan dari Singapura. Mereka langsung mendaftarkan IMEI 6 unit handphone merk iPhone tanpa dus dan kelengkapan lainnya di Pelabuhan Internasional Batam Centre. Tim menduga bahwa handphone tersebut bukan barang baru dan akan dijual di Batam.

Tim Opsnal Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan surveilance terhadap saksi Y dan menemukan rumahnya di Perumahan Taman Mediterania Batam Centre Kota Batam. Setelah interogasi awal, saksi Y, G, dan YM mengakui bahwa handphone tersebut milik J, pemilik toko handphone LS di Lucky Plaza Nagoya Kota Batam.

Penangkapan Tim melakukan interogasi lebih lanjut terhadap saksi Y, G, dan YM, yang mengungkap bahwa mereka merupakan joki IMEI yang bekerja untuk J. Mereka mendaftarkan IMEI dari 5 handphone iPhone dengan iming-iming upah sebesar Rp 500.000 per unit jika sudah aktif. Kemudian, tim berhasil menangkap J sebagai tersangka.

Setelah penangkapan, tim dan para saksi menuju rumah J di Perumahan Permata Baloi, Kota Batam. Meskipun tidak menemukan barang bukti di rumah tersebut, tim melakukan penggeledahan di toko LS di Lucky Plaza dan berhasil menyita barang bukti berupa 19 unit handphone iPhone.

Tersangka J akan dijerat dengan Pasal 111 jo Pasal 47 (1) UU No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 bagi setiap importir yang mengimpor barang dalam keadaan yang tidak baru.

Operasi ini menunjukkan kerjasama yang efektif antara Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri dan pihak berwenang lainnya dalam mengatasi peredaran handphone ilegal di wilayah Kota Batam.

Editor : Abdullah

Sumber : Humas Polda Kepri

Baca Disini

Leave a Comment

Leave a review

https://www.regalianews.com
Regalia News
regalianews.com UA-174246026-1